Setiap wanita yang baru saja melahirkan, pastilah sangat tidak sabar untuk menurunkan berat badannya. Padahal, saat ini, seorang wanita sangat butuh energi untuk menyusui anaknya. Adakah solusi diet ibu menyusui ?

Ibu menyusui diijinkan untuk menurunkan kelebihan berat badannya selama kehamilan berlangsung. Agar produksi air susu ibu (ASI) tidak terganggu, sebaiknya penurunan berat badan sekitar 0,5-1 kg per minggu masih tergolong aman.

Diet Ibu Menyusui Agar Cepat Langsing

olah raga ringan program diet ibu menyusui

Caranya sangat sederhana, lakukan olahraga ringan bersama sikecil dan dikombinasikan dengan pola makan sehat, diyakini dapat menurunkan berat badan ibu menyusui rata-rata 0,5 kg per minggu. cara ini lebih efektif dan menyenangkan dibandingkan diet rendah kalori saat dalam masa menyusui. Intensitas olahraga dapat ditingkatkan terutama periode 6-8 minggu setelah melahirkan. Dengan cara-cara ini, Anda dapat menurunkan berat badan secara bertahap dalam waktu satu tahun dan ini jauh lebih aman dan menyenangkan bagi ibu menyusui. Karena penurunan jumlah asupan kalori dan berat badan secara tiba-tiba dikhawatirkan akan berdampak kepada produksi ASI.

Sebaiknya hindari diet ibu menyusui yang memangkas banyak kalori atau membuat berat badan turun dengan drastis, karena dapat memengaruhi produksi ASI. Terapkan pola makan sehat dan rutin berolahraga. Jika perlu, konsultasi dengan dokter untuk diet yang sebaiknya Anda lakukan saat menyusui.

Memperhatikan saat tepat untuk memulai diet juga penting. Program untuk menurunkan berat badan bagi ibu menyusui sebaiknya dimulai setelah bayi berusia dua bulan untuk menghindari kekurangan energi dan produksi ASI. Jika ibu mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, konsultasikan dengan dokter mengenai kemungkinan waktu memulai proses penurunan berat badan lebih cepat.

Sangat TIDAK dianjurkan mengkonsumsi fiforlif pada saat menyusui ataupun saat hamil, hal ini dikhawatirkan berkurangnya cairan yang berakibat berkurangnya ASI secara drastis. Sebaiknya atur pola makan dan jenis makanan yang menunjang program diet dan menyusui, seperti :

  • Buah-buahan. Minimal pada diet ibu menyusui terdapat konsumsi buah-buahan atau jus dua kali sehari. Jeruk merupakan sumber vitamin C yang dapat memasok energi atau jenis buah bluberi yang mengandung banyak vitamin dan mineral.
  • Kacang dan biji-bijian. Terutama pilih yang berwarna gelap seperti kacang merah, sebagai sumber protein nabati, sekaligus kaya zat besi.
  • Beras merah. Beras jenis ini dapat menyediakan kalori yang dibutuhkan tubuh, sekaligus mendukung produksi ASI yang baik dan berkualitas.
  • Produk susu rendah lemak. Misalnya, yoghurt, keju dan susu. Susu mengandung protein, kalsium, vitamin B dan vitamin D yang penting untuk pertumbuhan tulang bayi. Dengan minum susu minimal 600 cc per hari, kebutuhan kalsium Anda dan bayi Anda akan tercukupi.
  • Daging tanpa lemak. Kandungan zat besi, protein dan vitamin B12 di dalamnya dapat memenuhi energi yang dibutuhkan ibu pada masa menyusui.
  • Ikan salmon. Kaya kandungan lemak DHA yang sangat penting untuk pertumbuhan sistem saraf bayi, sekaligus sumber energi yang baik untuk ibu.
  • Telur. Sebagai salah satu sumber protein yang mudah ditemukan. Anda dapat merebus, menggoreng, mencampurkan dalam salad atau membuat orak-arik telur untuk menu Anda.
  • Roti gandum utuh atau sereal dari biji-bijian utuh. Kandungan asam folat merupakan nutrisi yang penting untuk kebutuhan produksi ASI. Produk ini juga tinggi kandungan serat dan zat besi.
  • Sayuran hijau. Kandungan vitamin A, vitamin C, zat besi dan kalsium di dalamnya sangat baik untuk bayi dan ibu menyusui. Selain itu, sayuran hijau juga kaya dengan antioksidan dan rendah kalori yang sangat baik untuk jantung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here